Sebelum Cahaya

SEBELUM CAHAYA
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

laqad jaa-akum Rasuulun min anfusikum ‘aziizun ‘alayhi maa ‘anittum hariishun ‘alaykum bil mu`miniina ro`uufun rahiim | fa in tawallaw fa qul hasbiya-Llaahu laa ilaaha illaa huwa ‘alayhi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil ‘azhiim

Yes.. Rasulullah hadir (dari jenis nafasmu dan nyawamu dan jiwamu dan jenismu dan hatimu), untuk mengurai gelap. Rasulullah adalah representasi dari Cahaya Maha Cahaya. | Dan tatkala engkau dalam kondisi gelap nan galau (baca: berpaling), maka cukuplah Allah Zat Maha Cahaya. Nuurun ‘alaa Nuurin. Cahaya atas Cahaya. Sang sejati Cahaya Maha Cahaya.

Mari kita urai gelap. Mari kita nyalakan cahaya.

Bagaimana caranya?

Mari bertashowwuf. Mari tuthahhir al quluub. Mari buka shadr kita. Mari kita thuma`ninahkan nafs dan qalb kita. Mari kita buka cakrawala fuad kita. Yang selanjutnya lebih teknis lagi nanti sampai pada – mari tuthahhir wa tuzakkii al amwaal.

Tashowwuf ….

Ada banyak manifestasi bertashowwuf. Teringat semasa kecil kita (kami di kampung nan jauh dari hingar bingar), sering berdoa dengan suara kencang bersama-sama:

rabbisyrah lii shadrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatan min lisaanii, yafqahuu qawlii

Tuthahhir al quluub berawal dari terbukanya shadr (hati/qalb, nafs/jiwa, spirit, apa apa saja yang ada di dalam dada).

Alquran pake kata isyrah yang termakna membuka apa yang ada dalam diri, bukan iftah yang termakna membuka pintu pintu di luar diri.

Sehingga perlu kiranya kita memulai project mengurai gelap dari upaya aktif dari diri untuk membuka shadr (pintu hati) yang biasa dimulai dari pembukaan:

(1) as sam’a (pendengaran) yang termakna hal yang bersifat emosional, otak kanan, sintesis, kreatif, emoatik, dan juga kemudian:

(2) al abshaara (penglihatan) yang termakna hal yang bersifat intelektual, otak kiri, analitis, sistematis, dan juga lanjut pada:

(3) al af`idah atau fuad termakna potensi otaknya hati, spiritual, yang menggerakkan nurani, inti dari hati.

Itu baru permulaan. Rabbisyrah lii shadrii..

Terlanjut dengan wa yassir lii amrii termakna: mari mudahkan hal yang tidak mudah dan semakin mudahkanlah hal hal sudah mudah. Kalau bisa dipermudah kenapa dibikin gak mudah? | Namun tidak mempermudah dan menyepelekan sesuatu.

Selanjutnya wahlul uqdatan min lisaani termakna: dan lancarkan atau lepaskan ikatan atau belenggu di lisan. Lisan adalah indera penyampai. Mari kita luangkan hati, diri dan semua potensi untuk bertabligh (menyampaikan), berkomunikasi.

Sehingga yafqahuu qawlii termakna: akan bisa memahami, mengamalkan, dan memahamkan kepada orang lain. ‘Alimat nafsun maa ahdharat: membikin jiwa jiwa menjadi ngerti atas apa yang kita hadirkan.

Nah.. Ini adalah cara cara kita mengurai gelap dengan lebih teknis. Measurement atau tolok ukur dari terurainya gelap dalam makna terbukanya shadr alias shuduur ini ada beberapa indikasi:

(a) kembali dan terus berada di jalan Allah.. terus taqwaa dan taqwa teruus.. menjalankan perintah Allah.. menjauhi larangan-Nya. Dan taqwa ini jelas tanpa syarat. Takutlah. Jagalah. Kuatlah. Tunduklah. Patuhlah. Gak pake syarat. Gak pake nawar. Titik.

(b) gak mau dengan hal hal yang ghuruur.. mataa’ al ghuruur.. gak silau akan dunia yang penuh nikmat tipu tipu alias gharar.

(c) kan selalu ingat mati dan mempersiapkannya.

Banyak hal gelap terjumpa oleh kita. Salah satunya adalah tiada hina bersama kita bak pesta zinai Ibu kandung yang ialah salah satu (dosa terkecil) di antara dosa 73 pintu Riba. Gelapp sekali. Harusnya krasa gelapp.

Perlu effort berlebih dari diri sendiri untuk mari bersama sama mengurai gelap-gelap ini. Mari buka cahaya cahaya.. mari pantulkan cahaya-cahaya.. mari nyalakan cahaya-cahaya. | Dan tahulah diri kita bahwa pintu awal mengurai gelap, pintu utama Sebelum Cahaya adalah TAUBAT an nashuuhaa.

Demikian. | waLlaahu a’lamu bishshowaab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s