Fikih Logika Belajar

FIKIH LOGIKA BELAJAR
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

Kitab Ta’lim al Muta’allim telah memberikan rumus: “tidak akan diperoleh ilmu kecuali dengan 6 perkara: siapin otak siap cerdas, rakus (ilmu), sabar, biaya, cerdas bijaknya guru, panjangnya waktu.”

SATU. Siapkan otak cerdas. Cerdas itu pilihan. Tidak ada yang tidak bisa cerdas, asalkan punya kemauan kuat. | Kitab Ta’lim Muta’allim menyebut: dzaka`un: cerdas. Saya maknai menjadi siapkan otak cerdas. Siapkan otak yang bisa menerima masukan. Buka hati buka pikiran.

DUA. Rakus ilmu: jadilah generalist yang ahli. Jadilah ahli banyak hal. Ulama jaman dahulu sudah memberikan contoh. | Namanya rakus ilmu ya rakus.. kalap untuk mendapatkam ilmu.

TIGA. Sabar, tidak boleh tergesa-gesa. Akan ada banyak ujian dan juga pujian. Sabarlah jika dipuji dan bersyukurlah masih diuji. Dipuji atau diuji, itu hanyalah sepasang stimulus dari Allah apakah kita mampu bersabar dan bersyukur atau tidak. Ketahuilah bahwa sabar dan syukur adalah pasangan sejati, pun ketika kita ingin memperoleh ilmu. Harus selalu sabar dan bersyukur.

EMPAT. Modal: modal uang dan atau modal tenaga. Jangan bermental serba mau gratisan. | Ya maksudnya harus siap ada pengorbanan berupa siap bekal fisik, materi, spiritual. Hargai effort.

LIMA. Cerdas Bijaknya Guru. Harus ada cerdas bijak dari guru. Kemampuan membimbing dari guru. Penekanan bukan pada keberadaan gurunya tetapi pada cerdas bijaknya guru. Gurunya juga harus baik, bijak, penuh hikmah, penuh mau’idhah hasanah, penuh ahsan. | Berguru itu sangat perlu. Jangan belajar sendiri, memikirkan sendiri, menyimpulkan sendiri, agar tidak bingung sendiri.

ENAM. Panjangnya waktu. Bukan waktu yang panjang. Tapi thuul az zamaan. Panjangnya waktu. Penekanan pada kata panjangnya (lamanya). | Ya jelas jangan ingin instan. Jangan ingin tiba-tiba sudah bisa.

Itulah enam perkara yang harus ada jika ingin memperoleh ilmu, hikmah, dan bisa memahamkan ilmu kepada orang lain, termasuk di bidang BANK SYARIAH. | Sebelum belajar, itu dulu rumusnya.

Nah Ekonomi dan Perbankan hanyalah sebagian kecil dari ilmu yang kita dipelajari. Belajarnya tentu memang harus komprehensif. Ilmu Islam ada banyak. Mulai dari ilmu AQIDAH. Akan banyak bahasan di SYARIAH. Ada terkait dengan IBADAH dan ada juga terkait dengan MUAMALAH. | Selamat belajar. Yakinlah ketika Anda makin banyak belajar maka Anda akan kerasa makin bodoh. tidak apa apa. Itu baik. Harus makin rakus ilmu. Jika Allah berkehendak atas dan dalam diri kita suatu kebaikan, maka kita akan dimudahpahamkan (di-faqih-kan) dalam hal dan urusan diin alias agama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s