Tangan Di Atas Lebih Mulia

TANGAN DI ATAS LEBIH MULIA?
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

Apakah Tangan Di Atas itu LEBIH MULIA dibandingkan dengan Tangan Di Bawah? | Apa definisi MULIA? Mulia berasal dari bahasa Arab Kariim atau Akrama. Nah, Hadis tadi menyebut al yadul ulyaa KHOIRUN minal yadis suflaa. Hadis itu menggunakan kata KHOIRUN yang artinya LEBIH BAIK (bukan lebih mulia). Bahkan kata Khoirun ini kalau di Alquran biasa untuk menyebut kebaikan dari sisi materi/harta. Jadi Khoirun di sini artinya punya harta yang lebih baik alias lebih banyak. Hadis ini juga tidak menyebut AHSANUN yang artinya dalam Bahasa Indonesia juga: LEBIH BAIK (ahsan). Namun kalau ahsanu ini LEBIH BAIK-nya lebih bersifat NON FISIK, non material. Lebih kepada sikap, akhlak, watak, dan hal-hal non fisik lainnya.

Tentang SIAPA yang LEBIH MULIA, mari kita perhatikan ayat Alquran: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang PALING MULIA di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13).

“Jadi, yang PALING MULIA di sisi Allah adalah orang yang PALING BERTAKWA. Orang yang Paling Mulia di sisi Allah BUKANLAH orang yang masuk kategori Tangan Di Atas atau Tangan Di Bawah.” | ILBS Quotes.

Kadang ada yang memaknai Tangan Di Atas ini misalnya sebagai seseorang yang berprofesi sebagai pengusaha alias Business Owner, investor dan sejenisnya. Dan kita kadang memaknai Tangan Di Bawah ini sebagai Pegawai dan Buruh.

Ini memunculkan diskusi tajam, karena seakan-akan Pengusaha itu LEBIH BAIK atau BAHKAN LEBIH MULIA dibandingkan dengan Pegawai. Saya kira pemaknaan ini lumayan berlebihan karena Pegawai itu bukan PEMINTA-MINTA. Pegawai Bukan Pengemis. Dan Pegawai juga bukan Pengemis Pekerjaan. Pegawai dan Pengusaha itu harus melakukan SINERGI.

Nah, kembali ke definisi LEBIH MULIA. Pengusaha bisa jadi yang paling mulia, jika ia bertakwa. Investor bisa jadi yang paling mulia, jika ia bertakwa. Buruh bisa jadi yang paling mulia, jika ia bertakwa. Dosen bisa jadi yang paling mulia, jika ia bertakwa. Petani bisa jadi yang paling mulia, jika ia bertakwa. Pegawai bisa jadi yang paling mulia, jika ia bertakwa. Makelar bisa jadi yang paling mulia, jika ia bertakwa. Sopir angkot bisa jadi yang paling mulia, jika ia bertakwa. Presiden bisa jadi yang paling mulia, jika ia bertakwa.

SIAPAPUN bisa jadi yang paling mulia, jika ia bertakwa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s