Tidak Mudah Nan Berlipat Mudah

TIDAK MUDAH NAN BERLIPAT MUDAH
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

Rabbi yassir wa laa tu’assir, Rabbi tammim bil khayri aamiin. | duhai Rabb, mohon perkenan mudahkan (segala urusan) dan mohon untuk tidak ditidakmudahkan (pun segala urusan), duhai Rabb, mohon paripurnakan (semua urusan) dengan kebaikan. perkenankan doa dan permohonan kami.

Alquran pun sebut: wa yassir lii amrii | dan mohon permudah untukku semua urusanku.

dan Alquran pun sebut fa inna ma’al ‘usri yusran,  inna ma’al ‘usri yusran | maka sungguh beserta sebuah kesulitan ada banyak kemudahan, sungguh beserta sebuah kesulitan ada banyak kemudahan.

Woww

Bahasa Alquran emang keren.. Perpaduan bahasa as sam’a (empatik) digabung dengan bahasa al abshaara (analitik) digabung dengan al af`idah (nurani). | Dan dalam bahasa dan bahasan lain, tertemu bahwa Bahasa Alquran adalah pun perpaduan antara bahasa kognisi (nalar), afeksi (apa saja dalam shadr, lanjut qalb lanjut fu`aad), dan bahasa konasi (gerak jism alias fisik).

Mari sedikit saja mencermati…

Allah bener-bener ngerti atas apapun yang bahkan hati kita gak ngerti. | waLlaahu ya’lamu maa laa ta’lamuun.

Ketika kita berdoa: Rabbi yassir wa laa tu’assir, Rabbi tammim bil khayri aamiin, kita sah saja menginginkan kondisi-kondisi tidak mudah yang kita hadapi ini menjadi khayr alias baik lahir dan baik batin. Emang dasar manusia. Maunya yang enak yang baik yang keren. Boleh sih.

Terlanjut…

Alquran mewakili perasaan kita hadirkan pinta berupa teks naqli: wa yassir lii amrii.. dan mohon mudahkan ya Allah.. mudahkan untukku.. iya untukku.. atas urusan urusanku. | Allah Maha Ngerti kok kita maunya diperhatiin lebih. Sehingga Allah gak cuma sebut wa yassir amrii namun perlu tambahan lii sebagai bukti penegasan perhatian lebih Sang Maharaja Manusia ini kepada manusia.

Pernyataan Allah makin lengkap kerennya ketika Allah bikin statement bahwa fa inna ma’al ‘usri yusran,  inna ma’al ‘usri yusran. | Maka sungguh beserta SUATU ketidakmudahan ada BANYAK KEMUDAHAN KEMUDAHAN BERLIPAT.. eh Allah cukup empati atas keimanan kita yang kadang butuh penegasan kembali sehingga Allah merasa perlu sebut lagi sungguh beserta SUATU ketidakmudahan ada BANYAK KEMUDAHAN KEMUDAHAN BERLIPAT.

Perhatikan Allah menghibur kita, etapi ini bukan sekedar hiburan ya. Ini RUMUSAN alias Dalil dari Allah. Allah sebut AL’USRI alias SEBUAH kesulitan TERTENTU yang dalam tata bahasa Arab ditandai dengan bentuk kata al’usri sebagai isim ma’rifat yang didahului dengan AL alias THE. Sementara Allah sebut YUSRAN yang dalam tata bahasa Arab dicirikan dengan bentuk kata yusran sebagai isim nakirah. Gak pake AL. Bukan termakna THE. Sehingga yusran ini berposisi kan ada banyak yusran yusran berlipat.

Sederhananya bolehlah kita maknai ayat tersebut bahwa: maka sungguh beserta (sebuah) ketidakmudahan ada (banyak) kemudahan (kemudahan berlipat), sungguh beserta (sebuah) ketidakmudahan ada (banyak) kemudahan (kemudahan berlipat).

Masih gak yakinkah kita bahwa kemudahan kemudahan itu sangat jauh lebih banyak dibanding sebuah ketidakmudahan?

Tatkala kita menghadapi ketidakmudahan kok serasa gak hadir juga itu kemudahan, jangan jangan ini terjadi karena kita belum ikhlas bertaubat? Atau jangan jangan kita memang gak niat untuk bisa tergolong sebagai orang beriman?

Demikian. | waLlaahu a’lamu bishshowaab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s