Apa Itu Ekonomi Islam?

APA ITU EKONOMI ISLAM?
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

Ekonomi itu, makna bebas menurut saya ya semua aktivitas yang melibatkan semua transaksi konsumsi, produksi, dan distribusi. Objeknya ya barang atau jasa. Ekonomi Islam saya maknai sebagai transaksi Ekonomi yang LOGIS. Transaksi Ekonomi itu dikatakan LOGIS jika transaksi itu gak haram. Gak haram ini berasal dari wajib, sunnah, mubah, makruh.

Nafkah atau INFAK suami untuk keluarga itu wajib. Sedekah itu sunnah. Ngasih hadiah itu mubah. Mau ngasih contoh yang makruh nih bisa panjang ceritanya. Contoh simpel ya bisnis barang makruh misalnya rokok. Pun ada yang mengharamkannya. Bisnis rokok ini termasuk yang dilarang dibiayai oleh Lembaga Keuangan Syariah.

Nahh.. | Wujud nyata dari Ekonomi Islam ya tata kelola harta dan kepemilikan. Dari sisi individu, kelompok, perusahaan, sampai negara. Tujuannya ya menjaga kesinambungan agama, jiwa, akal, keturunan, harta. Azas transaksinya ada kemaslahatan, persaudaraan, keseimbangan, keadilan, universalisme. Intinya sih yang baik baik yang indah indah, baik dan woowww..

Selanjutnya.. gimana konkretnya? | Ada dua tujuan orang bertransaksi. Klo gak profit ya nonprofit. Klo gak untuk nyari untung ya untuk tujuan kebajikan. Transaksi DISEBUT SYARIAH, transaksi DIBERI LABEL SYARIAH hanyalah untuk menempatkan transaksi SEBAGAIMANA MESTINYA. Klo emang tujuannya ambil untung ya pakelah SKEMA LOGIS DAN MASUK AKAL dengan transaksi ambil untung. Klo pake skema tujuan kebajikan ya jangan ambil untung.

Yessss.. Sesimpel itu.

Kita udah lama mengenal dan mempraktekkan Ekonomi Islam ini sejak jaman dulu dan sejak sebelum marak berdiri Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Justru keberadaan LKS ini mempersempit makna Ekonomi Islam seakan akan ia adalah hal baru. | Kita mengenal dagang, jual beli, investasi, paroan, bagi hasil, kongsi dagang, sewa menyewa, makelar, sewa tempat, sewa tenaga, perwakilan, jaminan, pengalihan utang, zakat, infak, sedekah, wakaf, hibah, dan lain lain dan lain lain sejak lama dan mempraktekkannya sejak lama sampai saat ini.

Kita seakan menganggap Ekonomi Islam ini hal baru adalah karena ia dijadikan sebagai pembenaran atas pengambilan untung di skema lembaga keuangan. Idealnya sih lembaga keuangan itu gak usah pake transaksi bermotif profit. Ini idealnya ya. Dagang ya dagang. Masuk sektor riil. Khusus hal ini bisa ada perdebatan panjang. Mari sibuk cari kesamaan kebaikan, dan kemanfaatan. | Poinnya adalah Ekonomi Islam sebenarnya sudah lama diterapkan. Seakan menjadi hal baru karena munculnya skema akad akad sektor riil yang diterapkan di sektor keuangan, namun sektor keuangan ini gak mau dan atau gak bisa disebut sektor riil..

Semoga semuanya berjalan baik, bahwa apapun yang diterapkan sektor keuangan bermotif profit dengan menggunakan sektor riil ini adalah bertujuan untuk memusnahkan riba murni di lembaga keuangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s