Bidayah – 000.010

[BDYH-000.010]

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan sepenuh jiwa dan hati bersebut asma Allah Zat Yang Maha Cinta Penuh Rahmah kepada semesta realitas, Zat Maha Sayang.

أما بعد حمدا لله بجميع محامده. والصلاة والسلام على محمد رسوله واله واصحابه

Adapun sesudah itu semua dicurah ungkap oleh Ibnu Rusyd, Ibnu Rusyd memuji kepada Allah dengan segala semua (jenis) pujian yang ada.

Beda dengan kebanyakan mushannif (penulis kitab) lainnya yang biasa mengawali kitab dengan “alhamdu”, Ibnu Rusyd memuji Allah dan/atau menyatakan bahwa segala-gala puji adalah milik Allah dengan menggunakan kata hamdan (isim nakirah) berposisi sebagai objek, bukan alhamdu (isim ma’rifat). Serasa termakna gak hanya pujian yang ITU SAJA, namun pujian nan tiada terhitung. Serasa tiada kan pernah habis puja puji Ibnu Rusyd kepada Allah.

Pujian Qadim ‘alal Qadim (Sang Pencipta kepada Sang Pencipta), pujian Qadim ‘alal hadits (Sang Pencipta kepada makhluk), pun pujian hadits ‘alal Qadim dan hadits ‘alal hadits. | Semua-muanya adalah milik Allah.

Tak lupa shalawat dan salam selalu tercurah ruah kepada Rasulullah SAW dan keluarganya dan shahabatnya.

Ini bagian dari prolog etika belajar, etika menulis, bahkan sangat maklum jadi etika doa.

Mari kita mulai Ngaji Bidayah dengan memuji Allah, bershalawat salam kepada Rasulullah SAW, keluarga dan shahabatnya yang menyebabkan kita dilimpah cahaya. Amin.

WaLlaahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s