Ta’lim – 010

[[TLM-010]

قيل لمحمد بن الحسن، رحمة الله عليه: لما لاتصنف كتابا فى الزهد؟

Muhammad bin Al-Hasan pernah ditanya [dan/atau dimohonkan kepada beliau], “mengapa Bapak tidak menyusun kitab tentang zuhud?”

قال: قد صنفت كتابا فى البيوع، يعنى: الزاهد من يحترز عن الشبهات والمكروهات فى التجارات

Beliau menjawab, “aku telah mengarang sebuah kitab tentang jual beli.” Maksud beliau adalah seorang Zahid atau orang yang dikatakan zuhud ialah menjaga diri [dan/atau menghindari] dari hal-hal yang subhat alias makruh (tidak jelas halal haramnya, dan/atau grey area) dalam berdagang.

وكذلك فى سائر المعاملات والحرف،

Demikian pula pada segenap aktivitas Muamalat dan berbagai jenis pekerjaan [lainnya]

وكل من اشتغل بشيئ منها يفترض عليه علم التحرز عن الحرام فيه

Dan setiap orang yang berkecimpung di berbagai aktivitas tersebut di atas, wajib mengetahui cara berdagang dalam islam supaya dapat menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan.

. وكذلك يفترض عليه علم أحوال القلب من التوكل والإنابة والخشية والرضى،

Demikian juga diwajibkan [pada setiap orang] untuk mengetahui ilmu-ilmu [haal] yang berkaitan dengan batin atau hati [kalbu], misalnya tawakal, inabah [bagian dari taubat], takut kepada Allah [khosy-yah], dan ridha.

فإنه واقع فى جميع الأحوال

Tersebab, semua itu [actual] terjadi pada segala keadaan.

waLlaahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s