Bagi Hasil, Bagi Rugi, dan Riba

BAGI HASIL, BAGI RUGI, DAN RIBA
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

[10:53, 12/16/2015] ‪+62 895-0134-AAAA: Trimakasih yaa pak ahmad atas penjelasan yaa….tpi boleh gak saya tnya bbrpa pertanyaan pak??

[10:53, 12/16/2015] Ahmad Ifham: Boleh 😊

[11:33, 12/16/2015] ‪+62 895-0134-AAAA: Jika di bank syariah sistem bgi hasilx dr diperoleh dr salah satux (misalx nasabah yg melakukan peminjaman)… yaitu dr penghasilan yg di peroleh nasabah…apa bila nasabah trsebut mengalami kerugian dr usahax bgaimna si nasabah akn melakukan setoran pembayaran pinjaman???.. sdgkan profit yg di peroleh bank syariah tsb kn dr keuntungan bgi hasil dgn nasabah????? ..

Mnurut bpk mengapa bank konven tdk berani memastikn bunga yg berlaku utk semua nasabah???

[11:36, 12/16/2015] ‪+62 895-0134-AAAA: Kemudian jika seperti koperasi, atw pegadaian itu trmasuk riba jg yaa pak….??

[21:59, 12/16/2015] ‪+62 895-0134-AAAA: Oya pak, saya pernah baca dlm HR bukhari dan muslim bhwa “allah melaknat org memakan riba, memberikan riba, pencatat serta kedua saksix mreka itu sama”…

Lalu bgaimana seandaix uang yg kita peroleh trsbt hsil dr riba dn kita memberi atw saling berbagi dr penghasilan yg kita peroleh tsb kpda org lain.. apakah org yg memakan atw menerima uang tsb jg sama memakan uang riba?? mohon sarannya pak ahmad??

[02:04, 12/17/2015] Ahmad Ifham: Bentar.. saya tampung dulu. Maaf baru liat. Besok pagi ada broadcast lagi

[01:19, 12/21/2015] Ahmad Ifham: Mari dibahas.

Perhatikan dan perhatikan lagi definisi, skema dan risiko pembiayaan jenis kerja sama bisnis berbasis bagi hasil ini. Sekali lagi silahkan cermati rinci dan pelan pelan ya. Jangan asal berasumsi dan berkesimpulan gak logis.

(1)

Kalau kita menggunakan istilah pinjaman, ini identik dengan pinjaman itu ya pinjaman. Pinjam 100 bayar 100. | Bank Syariah punya produk ini. Tapi sedikit.

(2)

Nah kalau pinjaman yang merupakan modal kerja maka ini saya suka sebut dengan kerja sama bisnis dengan skema dan risiko sebagai berikut:

Poin (a)

Modal bisa 100% dari bank syariah atau kurang.

Poin (b)

Ada risiko: (1) untung, (2) rugi, (3) gak untung gak rugi. Harus siap ya. Semua pihak harus siap dan tentu menyadari hal ini.

Poin (c)

Tidak logis jika minta untung pasti X% dari pinjaman. Perhatikan bahwa hal ini terjadi pada Bank Murni Riba. Kredit modal kerja tapi MINTA HASIL PASTI misalnya sebesar 10% dari pokok pinjaman. Nah ini Kredit Murni Riba.

Poin (d)

Boleh dan penting adanya PROYEKSI bagi hasil. Proyeksi Bagi Hasil ini adalah JANJI NASABAH untuk sungguh sungguh berbisnis. Proyeksi bagi hasil ini HANYA PERKIRAAN. Meski begitu, hal ini merupakan komitmen dari NASABAH pembiayaan untuk berbisnis dengan baik. Nasabah sudah tanda tangan.

Poin (e)

Sejak awal harus disepakati misalnya jika ada hasil maka hasilnya NANTI akan dibagi misalnya separo separo atau 50:50 atau bisa 70:30 atau yang lain. Tapi jelas pada saat akad maka GAK LOGIS minta hasil pasti sebesar misal bunga X% dari POKOK KREDIT. Nah ini di Bank Syariah gak ada.

Poin (f)

Jika ada hasil maka dibagi sesuai kesepakatan. Jika rugi maka akan dilakukan pengecekan mengenai siapa pihak yang LALAI. Pihak yang lalai adalah pihak yang ZHALIM atau TIDAK memenuhi KEWAJIBAN.

Maka sangat penting kiranya agar Nasabah sejak awal memahami apa saja poin poin kewajiban yang harus dilakukan dan telah disepakati.

Jika Nasabah tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana yang TELAH DISEPAKATI dan ditandatangani dalam akad maka berarti NASABAH ZHALIM. Jika ternyata bisnis Nasabah merugi maka pihak yang zhalim lah yang wajib menanggung rugi.

Nasabah juga jangan seenaknya sendiri, jika rugi trus yang disalahkan Bank Syariah ya ini enggak fair. Jika terjadi kerugian ya cek dulu siapa pihak yang tidak melaksanakan kewajiban dengan baik.

Poin (g)

Dibuatlah akad atau perjanjian. Hitam di atas putih. Clear. Jika rugi maka cek perjanjian. Jangan asal nyalahin pihak Bank Syariah.

Poin (h)

Boleh ada agunan. Objek agunan boleh apapun asalkan Bank Syariahnya mau.

Nah perhatikan pelan pelan ya duhai para nasabah. Nasabah DENGAN SUKA RELA MENYERAHKAN agunan kepada pihak Bank Syariah. Nasabah jelas berjanji bahwa jika Nasabah lalai atau ZHALIM ketika bekerja sama maka Nasabah dengan sukarela menyerahkan agunan dan bisa dilelang jika Nasabah zhalim. Bank Syariah TIDAK AKAN BERANI melalukan LELANG jika Nasabah gak zhalim.

Secara teknis dilakukan pengikatan agunan dalam bentuk APHT, Fiducia, dan lain lain.

Ini semua dengan keikhlasan hari si Nasabah. Jika gak ikhlas ya Nasabah gak usah tanda tangan.

Jadi ketika ada penyitaan atau pelelangan agunan itu PASTI karena Nasabah sudah ikhlas menyerahkan agunan dan karena Nasabah udah zhalim terhadap Bank Syariah. Jangan buru buru nyalahin Bank Syariah. Cek dulu perjanjiannya.

Poin (i)

Bank Syariah boleh membuat kriteria pembiayaan lancar dan pembiayaan bermasalah. Jika Nasabah lalai dan pencapaian hasil tidak sesuai yang diproyeksikan oleh Nasabah, maka tentu Bank Syariah gak boleh maksa ada hasil. Tapi boleh saja ditelusuri kenapa kondisi ini terjadi dan boleh saja dikategorikan lancar atau bermasalah.

Jika profit adalah NOL maka Bank Syariah gak bisa maksa harus ada hasil. Namun Bank syariah boleh mengkategorikan kondisi ini sebagai pembiayaan bermasalah dan harus ditindaklanjuti.

Semua ada prosedurnya. Jika Nasabah benar benar gak mampu bayar ya semua ada prosedurnya. Cek dulu penyebabnya apa. Cek dulu siapa yang lalai. Cek kembali perjanjian pasal per pasal. Jika ketahuan siapa yang lalai maka dialah yang lebih harus bertanggung jawab.”

(3)

Kenapa Bank Murni Riba tidak berani memastikan bunga yang berlaku untuk semua Nasabah? | Karena dampaknya gak enak bagi Bank Murni Riba.

(4)

Koperasi atau Asuransi kalau mau terhindar dari Riba maka sesuaikan saja dengan skema skema logis (sesuai Syariah).

(5)

Hasil Riba jangan dimakan, KECUALI karena darurat.. Tapi boleh disalurkan ke dhuafa dan atau mustahik dan atau untuk pembiayaan sarana prasarana dan infrasfruktur.

(6)

Ayo Ke Bank Syariah.. Demikian. waLlaahu a’lamu bishshowaab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s