Bay’atayni Fii Bay’atin

BAY’ATAYNI FII BAY’ATIN
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

[21:12, 10/31/2015] AAAA: Sharing, #Tafsir Bai’ataini fii bai’atin.

Bunyi hadis, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dua jual beli dalam satu jual beli”. (HR. Tirmizi).

1) Tafsir oleh Ibnu Abbas, “Seseorang boleh menjual barangnya dgn mengatakan, “barang ini tunai harganya sekian dan tidak tunai sekian. Akan tetapi tidak boleh penjual dan pembeli berpisah melainkan mereka telah saling ridha atas salah satu harga”. Sumber: Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, Jilid IV, hlm 307.

2) Tafsir oleh Imam Syafi’i,

“Penjual berkata, Aku jual budak ini jika tunai seharga seribu dinar dan jika kredit dua ribu, mana sj dari dua jual beli ini yg saya pilih atau engkau pilih maka akadnya menjadi lazim”. Jual beli ini dilarang krn harganya tidak jelas”

Sumber: Mukhtashar Al muzani, jilid II, hlm 204.

3) Tafsir oleh Syu’bah, ia berkata “Aku bertanya kpd Al Hakam dan Hammad ttg seorang laki-laki yg membeli brg dari seseorang, ia berkata, “Tunai harganya sekian dan tidak tunai harganya sekian. Ia berkata: jualbeli seperti itu boleh jika mereka berpisah dan telah menentukan salah satu harga”. Syu’bah berkata, ” Aku sampaikan jawaban tsb kpd Mughirah, ia berkata, “Ibrahim An Nakha’i juga membolehkan hal tsb jika mereka berpisah dgn telah menentukan salah satu harga.

Sumber: Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, jilid IV, hlm 307.

4) Tafsir oleh Tarmizi setelah meriwayatkan hadis di atas, “Para ulama menafsirkan makna hadis ini, bahwa bentuk melakukan dua jual beli dalam satu jual beli, yaitu penjual berkata, “aku jual qamis ini, dgn harga 10 dinar tunai dan 20 dinar kredit. Lalu penjual dan pembeli berpisah sedangkan kesepakatan atas salah satu jual beli (kredit atau tunai) belum terjadi. Adapun bila mereka berpisah dan kesepakatan atas salah satu jualbeli telah terjadi maka transaksi ini dibolehkan.”

Sumber: Sunan At Tirmizi, jilid III, hlm 525.

Wallaahu’alam

[21:34, 10/31/2015] Ahmad Ifham: Tafsiran di atas betul.

Nahh..

Di beberapa tulisan saya di grup ILBS ini pernah saya bahas tafsiran bay’atayni fii bay’atin PERSIS sejenis ini. Namun menurut saya, tafsiran ini lebih dekat dengan bay’atayni fii bay’ah kategori GHARAR.. yakni gharar dari sisi harga.. ada banyak harga dalam 1 jual beli.. ada ketidakjelasan atau ketidakpastian mana sih harga yang DIPILIH.. | Jadi gak hanya bay’atayni (2 jual beli) fii bay’atin (dalam 1 jual beli), namun ada buanyak jual beli DALAM 1 jual beli.

Rincinya sih bisa cek di bab fiqh al gharar.

Gharar jenis ini misal terjadi di KPR Kredit Berbunga. Dari awal tanda tangan perjanjian KPR eh Nasabah gak tahu harganya yang mana. | Gila.

Kalau di buluugh al maraam min adillat al ahkaam setelah larangan bay’atayni fii bay’atin ini disebutkan hadits bahwa klo ada dua atau lebih alternatif harga maka pilih (salah satu) yang termurah atau kena Riba.

Namun saya tadi hanya memilih satu tafsiran sebagaimana saya tulis hari ini. Yakni bay’atayni fii bay’atin dari sudut pandang ta’alluq khas bay’ al ‘inah. Yang di buku buku biasa disebut 2 in 1. Ada ta’alluq si A jual rumah ke B secara angsuran 400jt DENGAN SYARAT si B jual ke A secara cash 200jt. | Ini tafsiran lain dari bay’atayni fii bay’atin.

Yang pasti dan yang jelas bahwa gharar dan/atau jenis transaksi bay’atayni fii bay’atin atau yang orang biasa sebut 2 akad dalam 1 transaksi ini TIDAK TERJADI pada skema asuransi Syariah. Jadi gak nyambung untuk dibahas kaitannya.

Demikian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s