Dakwah dengan Yad

DAKWAH DENGAN YAD
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

maa laa yatimmul waajib illaa bihii fahuwa waajib | apa saja yang tiada sempurna sebuah wajib kecuali dengannya maka ia terhukum wajib.

Rasanya kita semua masih terposisi WAJIB menggunakan uang model sekarang ini untuk adanya WAJIB beribadah kepada Allah. Dan tidak bisa ada uang tanpa ada bank. Maka keberadaan bank jelas sangat mungkin terhukum wajib. Sehingga kerja di Bank Syariah pun bisa terhukum menjadi WAJIB. Tentu jangan galau ya. Tergantung kondisi. Wajib itu kan ada wajib ‘ayn dan ada wajib kifaayah. Gak mungkin wajib ayn lah.

Nah. Perhatikan data statistik perbankan syariah dan bandingkan dengan statistik perbankan nasional dari tahun ke tahun. Bandingkan rinci.

“Bank Murni Riba sudah konsisten melaju kencang 15-25 x lipat dibanding Bank Syariah. | Mau Bank Murni Riba melaju makin kencang lagi, ya mari tinggalkan Bank Syariah!”

Rasanya memang lebih seneng banget jika kita se Indonesia ini TIBA TIBA KOMPAK pake bank syariah. Sehingga gak perlu lagi kita bercumbu dengan bayang “kapaaan bank syariah bisa ideal ya?”

Bagaimana cara agar bank murni riba yang melaju kencang ini minimal bisa diperlambat? Tentu buanyak cara. Silahkan dengan cara masing masing. Gak usah ribut. Apa saja asal legitimate di mata Tuhan melalui Ulama Dewan.

Akhirnya ADA-lah Bank Syariah. Muncul Fatwa DSN MUI ya yang biasanya ditandatangani Ketua Umum MUI dan Ketua Umum MUI ini biasanya adalah Rais Aam Syuriah PBNU. Fatwa sempet ditandatangani Prof Din Syamsudin karena pejabat sebelumnya meninggal dunia.

Nah.. apakah konsep Bank Syariah sudah sesuai Syariah? | Saya kira sudah. SOP pun sudah.

Namun kenapa di lapangan ditemukan banyak yang tidak logis dan tidak sesuai syariah? | Ya mari kita ubah.

Ujung tombak penataan konsep yang sesuai syariah ini menjadi PRAKTIK yang sesuai Syariah ini tentu harus dimulai dari teladan di sisi pemegang saham, Direksi, Kepala Divisi, sampai para Kepala Cabang yang diharapkan MAMPU menerjemahkan KONSEP bank syariah yang sudah sesuai syariah ini menjadi PRAKTIK yang juga sesuai syariah. Karena konsep dan praktik itu harus sesuai.

Ketika praktik tidak sesuai konsep maka peryantaannya adalah bagaimana implementasi leader di lapangan untuk memberikan teladan?

Tetap saja kita apresiasi kepada rekan rekan di lapangan agar PRAKTIK Bank Syariah bisa sesuai dengan KONSEP Syariah. | Mereka tidak sekedar bicara alias omong doang dan mereka tidak sekedar diam saja melihat kemungkaran CEPATNYA LAJU bank murni riba. Mereka PRAKTIK. Mereka mengubah kemungkaran dengan yad.

“Sesiapa di antara kamu melihat kemunkaran, maka ubahlah dengan tangan, kekuasaan, tindakan. Jika gak mampu mengubah pake tindakan maka ubahlah dengan lisan. Jika gak mampu mengubah dengan lisan maka ubahlah dengan hati (mengingkarinya) DAN itulah selemah-lemah iman.” Kata Hadits.

Demikian. WaLlaahu a’lamu bishshowaab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s