Halal VS Haram

HALAL VS HARAM
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

al halaalu bayyinun wal haraamu bayyinun wabaynahumaa mutasyaabihaat | halal itu jelas dan haram itu jelas dan di antara keduanya ada syubhat (meragukan).

KRITERIA zat dan atau transaksi HALAL itu jelas. Namun jazmun (judgement) akhir akan ada sebanyak nyawa (karena case tiap orang akan beda beda).

Beras itu ZAT halal. Tapi jika uang yang dipake beli beras tadi hasil transaksi riba atau terlibat transaksi riba, maka zat beras yang jadi nasi masuk ke tubuh tersebut akan ter-judge haram.

Jual Beli itu TRANSAKSI halal. Tapi jika uang yang dipake transaksi jual beli tadi hasil transaksi riba atau terlibat transaksi riba maka transaksi jual beli tersebut akan ter-judge haram.

KRITERIA zat dan atau transaksi HARAM itu jelas. Namun jazmun (judgement) akhir akan ada sebanyak nyawa (karena case tiap orang akan beda beda).

Daging babi itu jelas terkriteria HARAM, namun jadi wajib (gak hanya halal) dimakan jika kita lapar hampir mati dan gak ada makanan sama sekali kecuali daging babi tersebut.

Riba itu terkriteria HARAM, namun bisa jadi kita ter-judge WAJIB kerja di BI jika kita kerja karena sangat kompeten, dalam posisi berkuasa, berwewenang untuk mengubah sistem perbankan menjadi LOGIS (Syariah).

SYUBHAT atau meragukan atau kondisi remang remang gak yakin halal atau haram, maka TINGGALKAN. Namun, tidak ditinggalkan pun ia masuk kategori kriteria BOLEH dilakukan. Demikian. | waLlaahu a’lamu bishshowaab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s