Hukum Asal Fikih Muamalah

HUKUM ASAL FIKIH MUAMALAH
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

al ashlu fil mu’aamalati al ibaahah illaa an yadulla daliilun ‘alaa tahriimihaa | hukum asal dari fikih muamalah adalah boleh, kecuali ada dalil yang menunjukkan larangannya.

Jadi, kalau kita ingin memahami dan memahamkan BOLEH atau TIDAKNYA aktivitas terkait MUAMALAH, cukup pahami dan cermati LARANGANNYA, selebihnya BOLEH dilakukan.

BOLEH kreatif dalam Muamalah. BOLEH inovatif dalam Muamalah.

Jika pengen melarang-larang dalam hal Muamalah, maka wajib ada dalil larangannya. Jika ingin melakukan HAL BARU dalam Muamalah, bisa jadi sangat tidak perlu dalil.

Misalnya: masa Rasulullah itu gak ada Bank Syariah, maka keberadaan Bank Syariah sekarang ini gak penting ada dalilnya. Namun, menjadi penting ada dalil ketika bahas lar      angan larangan dalam perbankan.

Mengingat hukum asal Muamalah tersebut, akan sebabkan banyak muncul ijtihad ijtihad tertentu dalam fikih Muamalah. Dicermati saja. Dan silahkan ikut Ulama Dewan yang kredibel, gak hanya sekedar Ulama Dewean (sendirian)

Demikian. | waLlaahu a’lamu bishshowaab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s