Hukum Kerja di Lembaga Riba | Syarea World

HUKUM KERJA DI LEMBAGA RIBA | SYAREA WORLD
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

[07:42, 2/23/2016] CCC:

KISAH MENGERIKAN DI KSW #08

[09:21, 2/22/2016] Dessy:

Assalamu’alaikum warga KSW

Jarum jam disini menunjukkan pukul 09.30 wita

Salon dan toko baru dibuka se jam yang lalu.

Pelanggan setia saya sudah ada yang datang. Bu Haji ‘S’ pedagang grosir busana muslim yang biasanya ke salon saya hari sabtu atau minggu. Karena hanya pada hari libur saja putra beliau bisa bantu jaga toko.

Saya sapa “Ehh..bu haji tumben hari kerja bisa kesini.”

Bu haji: iya bu dess, sekarang ada anak saya yang bantu jualan di toko.

Saya: hlo..anak ibu bukannya kerja di bank? Ini kan hari senin bu #basa-basi

Bu Haji: Anak saya berhenti kerja di bank bu dess.

Saya: kenapa berhenti bu? Kan udah lumayan jabatannya #kepo.

Bu Haji: iya bu dess. Kira-kira beberapa bulan yang lalu, anak saya ikut mengantar jenazah salah satu karyawan dia di kantor ada yang meninggal. Jadi pas jenazah sudah selesai dikuburkan, datang 1 jenazah lain yang mau dikubur juga. Setelah itu baru diketahui ternyata jenazah alm teman anak saya itu salah dimasukkan ke liang kubur jenazah yang baru datang tadi.

Saya: terus gimana bu..??

Bu Haji: jadi terpaksa digali lagi makamnya. Dan setelah digali semua orang terkejut melihat kondisi jenazah teman anak saya itu bu.

Saya : kondisinya gimana bu haji?

Bu Haji : Belum 1 jam bu dess, setelah dibuka papannya… Astaghfirullah.. jenazahnya hangit. (Hangit = hangus)

Astaghfirullah…

Tenggorokan saya kering seketika.

Saya: kenapa bisa begitu bu??

Bu haji: anak saya hanya bilang, setelah kejadian itu anak saya pulang ke rumahnya. Dan bilang kpd istrinya bahwa dia mau resign dari bank tempat dia kerja. Istrinya juga pegawai bank bu dess. Terjadilah pertengkaran anak saya dg istrinya. Pokoknya istrinya minta cerai kalau anak saya berhenti kerja di bank. Alasannya hidup sudah mapan. Penghasilan juga bagus. Kalau berhenti gimana nasibnya nanti. Itu kata istri anak saya bu dess.

Anak saya bilang, alm teman sekantornya itu semasa kerja di bank selalu minta jatah sekian persen dari pencairan hutang kepada debitur. Apalagi kalau debiturnya chinese dia bisa minta jatah hingga 10% dari uang yang dicairkan. Setelah cair dana yg diminta dari debitur itu dibagi-bagikan ke teman2 yg lain termasuk anak saya. Dan hal tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun.

Setelah melihat kejadian di kubur tadi, anak saya menangis. Merasa telah banyak dosa dan turut memakan riba yang dosanya luar biasa. Maka dari itu anak saya memutuskan untuk resign dari bank tempat dia bekerja. Meskipun resikonya dia harus bercerai dari istrinya.

Sekarang anak saya ikut saya bantu mengembangkan usaha dagang saya.

Anak saya bilang…”saya lebih baik hidup seadanya dengan uang halal dari pada hidup mewah dengan riba dan segala dosanya”

Saya: MasyaAllah. Beruntung anak pian (Anda) segera bertobat bu haji. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita bu haji. Dan melancarkan jalan hijrah anak pian (Anda).

*satu lagi kisah nyata yang saya jadikan pelajaran berharga. Bahwa Allah menunjukkan langsung siksa kubur kepada kita yang masih hidup, agar kita menjauhi dan meninggalkan riba.

[07:47, 2/23/2016] AAA: KSW itu apa..?? Kalau ada sumber resminya lebih

[08:03, 2/23/2016] CCC: Kws itu kampung syarea world. Pendiri nya ust samsul arifin. Coach dan pelopor pengusaha tanpa riba.

[08:10, 2/23/2016] ANA: Sorry to say ya. Klo konteks nya begitu ya mau bank konven atau syariah bs terjadi.

[08:33, 2/23/2016] AAA: Konteks yg mana mba..??

[08:34, 2/23/2016] BBB: Mgkn konteks bagi2 jk ada pencairan dr debitur yg dmksd b ANA

[08:34, 2/23/2016] AAA: Ooo..

[08:35, 2/23/2016] BBB: Kalo sy mlhtny kita ttp harus keluar dr bank murni riba terlepas bagi2 atau tdk krn semua yg didptkn adl riba mk byr gaji karyawan pun adl uang hasil riba

[08:40, 2/23/2016] ANA: Silahkan itu hak masing2 dan keyakinan

[08:58, 2/23/2016] HDA: penghasilan halal, tp lebih baik cari pekerjaan yang lebih baik yaitu menghindari bisnis yg ada haromnya.

begitukah pak Ifham?

#CMIIW

[09:32, 2/23/2016] Ahmad Ifham:

antum a’lamu bi `umuuri dun-yaakum | atimu luwih ngerti urusan ndonyomu. Hatimu lebih paham urusan duniamu.

KRITERIA haram itu jelas. KRITERIA halal itu jelas. Di antara keduanya ada KRITERIA syubhat. || Dan, JUDGEMENT AKHIR atas hukum akan ada sebanyak nyawa manusia. Dalam arti ya sebanyak case yang terjadi.

Case 1 dan case lainnya meski ter-KRITERIA sama persis, bisa terhukum BEDA. Dan sang Pengadil akhir cuma ALLAH.

Ya, cuma Allah.

Kita ini kan hanya SOK TAHU. Okelah kita ini memang sudah diberi panduan SYARIAT berupa Alquran, Hadits dan OTAK. Kita boleh kok menerka mencerna KRITERIA HUKUM. Tapi saya sering bilang bahwa JUDGEMENT AKHIR hanya ALLAH SAJA yang pasti benernya.

Daging babi aja bisa wajib kita makan, gak hanya sekedar boleh. Apalagi kerja di Bank Murni Riba. Bisa jadi malah wajib lho. Who knows ternyata itu adalah satu satu nya tempat cari makan. Atau ada sebab justru keberadaannya di Bank Murni Riba bisa jadi lahan dakwah. Who knows?

Kalau urusan kriteria halal haram, kita bisa mendefinisi-definisikan. Tapi urusan judgement akhir tentang halal haram, boleh gak boleh, surga neraka, hati hati.

Yang tahu cuma PELAKU-nya dan ALLAH.

Setiap saya ditanya kriteria syariat sisi Muamalah ya saya bisa ringan jawab: ini logis itu gak logis. Tapi kalau saya ditanya halal haram atau surga neraka ya kamu lebih tahu. Pelakunya lebih bisa ngerasain. Ada pertimbangan bla bla bla. Who knows?

Perhatikan, manusia level apapun, ulama level manapun klo sholat DIPAKSA Allah untuk sebut ihdinashshiraathal mustaqiim. Dipaksa mengakui bahwa setiap rekaat-mu ini kamu harus mengakui bahwa kamu itu mau level ulama apapun gak tahu apa apa urusan KEPASTIAN mana jalan yang benar nan lurus. Kita DIPAKSA bilang itu setiap rekaat. Tunjukilah saya jalan yang lurus.

Kriteria halal itu jelas. Kriteria haram itu jelas. Dan di antara keduanya ada kriteria syubhat. | Judgement akhir (simpulan) hukumnya apa, tanya sama HATI pelakunya. Dia dan Tuhan yang LEBIH tahu. Bukan kamu. Bukan pula aku.

WaLlaahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s