Khithab at Taklif

KHITHAB AT TAKLIF
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

TANYA ILBS Kalsel:

Bagaimana suatu hukum perbuatan bisa menjadi wajib, sunnah, mubah, makruh & haram menurut pa Ahmad Ifham?

JAWAB:

Sholihin sholihat yang disayang Allah

Titah pembebanan. Titah hukum. Titah Allah bagi kita untuk mengerjakan atau meninggalkan sesuatu. Tentu ada 5 gradasi hukum syara’, hukum syari’at, yakni wajib (fardhu), sunnah, mubah, makruh, haram.

Saya faqir ilmu.

Kalau ada yang nanya tentang fiqih ibadah maka saya biasanya ya jawab berdasarkan yang saya ketahui. Jika diperlukan (dan memang harusnya) perlu dalil ya saya carikan dalilnya. Sesekali member ILBS bertanya tentang fikih ibadah. Saya jawab saja. Saya kadang fotoin bahasan-nya dari kitab tertentu misalnya Bidayah al Mujtahid wa Nihayah al Muqtashid. Atau mungkin dari I’anah ath Thalibin atau mungkin dari Fath al Qarib al Mujib. Saya kurang spontan ingat dalil dalilnya. Saya faqir ilmu.

Khithab at taklif saya, pake akal.. 😊

Saya gak pernah nyantri di pondok pesantren. Ya saya ber-“taklif” berdasar yang pernah saya pahami. Saya terakhir belajar kitab kitab yang begituan pas usia 13 tahun. Hanya mengingat. Jika salah ingat atau lupa ingatan, ya itulah saya. Faqir ilmu.

Klo ada orang nanya tentang Fiqh Muamalah ya saya jawab saja. Arah hukumnya bagaimana, ya saya ber-“taklif” pada dan melalui aqal. Klo gak ada larangannya ya boleh saja.

Fikih Ibadah pun ber-“taklif” pada dan melalui aqal. Meski jelas rujukan para interpreter ini kan sama sama Alquran dan Hadits dan seterusnya. Mufassir manapun juga pake aqal. Karena nash adalah teks dan “nash” adalah juga sunnatuLlah. Maka menerjemahkannya saja jelas menggunakan aqal.

Klo tentang Fiqh ahwaal asy syakhsiyyah ya berdasarkan yang pernah saya pahami. Pun dengan Fiqh jihad, Fiqh adab, Fiqh akhlaq, dan Fiqh fiqh lainnya ya berdasar yang pernah saya pahami.

Maaf ya klo gak telaten menulis panjang lebar. | Biar saya gak pusing. Semoga pembaca jadi gak ikutan pusing ya.. Saya faqir ilmu.

Saya sadar yang saya pelajari dan saya pahami dan semoga termasuk yang saya amalkan, yaa baru sangat sedikit lah..

Kadang saya menulis satu paragraf bisa membutuhkan banyak ayat dan hadits jika dirunut. Saya kurang ilmu.

Biarlah saya ber-khithab at taklif berdasarkan OLAH RASA, OLAH AQAL, dan olah jari saya di Gadget ini.. Mau setuju silahkan.. Mau tidak setuju silahkan 😊

Dan.. khithab at taklif saya, olah rasa pake akal.. 😊

Mari menulis

Demikian. | waLlaahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s