Logika Fikih Imbal Hasil

LOGIKA FIKIH IMBAL HASIL
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

“Salah satu prinsip Syara’: wa ahallaLlaahul bay’a waharramarribaa. Dan Aku (Allah) menghalalkan Jual Beli dan mengharamkan Riba. | Di mana ada Jual Beli yang sah, maka di situ tidak ada Riba. Profit akan muncul dan sah diakui Syara’ jika dan hanya jika ada Jual Beli (barang, jasa, manfaat).” | ILBS Quotes.

Imbal Hasil dalam bentuk apapun itu jika merupakan transaksi bisnis (motif profit), kepastian berupa NOMINAL DIPEROLEH adalah jika dan hanya jika sudah menghadirkan Jual Beli (barang, jasa, manfaat). | Hal ini dilakukan agar tidak ada Riba, khususnya Riba Buyuu’ (Riba dalam Jual Beli). Ingat bahwa profit akan hadir setelah ada kehadiran transaksi Jual Beli. Jika belum ada transaksi Jual Beli, maka belum sah ada profit.

Sehingga RUMUSAN Logika Fikih Imbal Hasil adalah sebagai berikut:

SATU. Bagi Hasil.

Di awal (pada saat tanda tangan akad) HARUS TIDAK dipastikan Nominal Hasilnya. Karena ada transaksi percampuran. Tidak ada yang dipertukarkan saat itu. Nunggu ada hasil (ketika sudah ada transaksi pertukaran di sisi lain yang nantinya akan dilakukan). Bisa dan boleh dikira-kira nominalnya berapa, tapi tetap ada klausul “jika maka”. Jika hasilnya sekian, maka bagian masing-masing pihak adalah sekian persen sehingga ketemu sekian rupiah. | Di awal akad hanya harus dipastikan persen/bagian x HASIL-nya nanti berapa. Dipastiin nisbah (porsi) pembagiannya ya biar tidak ribut. Hehe..

Rumus RISIKO Bisnis berbasis Bagi Hasil (termasuk investasi): (1) untung, (2) rugi, (3) tidak untung tidak rugi. | Kepastiannya liat nanti.

DUA. Marjin Keuntungan.

Di awal (pada saat tanda tangan akad), harus sudah dipastikan kepastian nominal hasilnya. Karena ada transaksi pertukaran. Justru tidak logis jika nominalnya tidak pasti. Karena SUDAH TERJADI pertukaran dan/atau DEAL PERTUKARAN. | Dan karena sudah dipastikan ya HARAM (gak logis) jika berubah. Janji ngasih diskon jika melunasi dipercepat (untuk skema angsuran) pun HARAM.

Kaidah ini pula yang sebabkan saya suka sering bilang bahwa jika Anda sudah deal KPR Syariah berakad Jual Beli (ada pokok + marjin), maka setelah deal ya utang Anda adalah total. | Ketika nanti Bank Syariah mau MENGAKUI pencatatan marjin dengan skema FLAT, SLIDING, ANNUITAS, atau ada yang sebut Piramid atau mau pakr metode jungkir balik seperti apapun itu suka suka Bank Syariah, urusan dia sendiri, hak prerogatif, asalkan JUMLAH TOTAL HUTANG Nasabah TIDAK BERTAMBAH. Karena ini akad Jual Beli. Lain akad nanti lain skema dan lain RISIKO.

Apa bedanya dengan skema Pokok + Bunga di Bank Murni Riba? | Perhitungan Bunga Flat, Sliding, Rata-Rata, Annuitas kalau di Bank Murni Riba kan SANGAT SANGAT MEMPENGARUHI BERUBAHNYA TOTAL HUTANG NASABAH. Karena tidak ada Jual Beli. Makanya skema ini HARAM MUTLAK.

TIGA. Fee atau komisi.

Skema fee ini banyak skemanya. Logiskan saja. Insya Allah bener secara fikih. | Dan asalkan tidak dipaksa logis.

Mari cermati..

Jual Beli jasa atau tenaga atau manfaat yang dijalankan harus sesuai dengan kesepakatan, alasan, tujuan, dan taati aja agar tidak ada conflict of interest. Misalnya fee untuk maintain Nasabah ya taati aja. Ketika Nasabah masih menjadi Nasabah (selama sekian tahun tercatat jadi Nasabah) ya fee jalan terus. Biar tidak conflict of interest. Dan clear jual beli (jasa) nya. Dicampur dengan fee kinerja lain ya taati aja berarti harus tambah jenis fee-nya. Dicampur dengan fee jasa lainnya ya tambah lagi jenis fee-nya. Konsisten aja. Dan sekali lagi taati juga jika ALASAN FEE adalah ada konsekuensi jangka waktu tersebut. | Perhatikan fee agen asuransi. Logika saja. Jika logis ya Insya Allah nyambung dengan kaidah Syara’ dan kaidah fiqh MUAMALAH.

Ini Fikih Muamalah. Perintah Allah dan Rasulullah terkait Muamalah ini pasti logis. Ajaran agama di sisi Fikih Muamalah akan cenderung mudah dilogika.

Dan yang harus dipastikan dari fee pada saat akad adalah NOMINALNYA ketika karena ada akad Jual Beli jasa atau tenaga atau manfaat yang sudah atau sedang atau akan terjadi tanpa nunggu keterlibatan pihak lain dan atau karena tidak perlu nunggu ada transaksi jual beli lainnya (yang belum terjadi).

Namun bisa saja pada saat akad tidak bisa dipastikan jumlah nominalnya dan baru hanya bisa memastikan persen atau bagian dari hasil jika ada hasil. Jadi skemanya, ada klausul “jika maka”. Jika hasilnya sekian, maka fee-nya sekian. Ini boleh. Fee berdasarkan performance atau kinerja. | Misalnya gaji dengan skema berbasis kinerja, atau komisi fee Manager Investasi, komisi marketing, dan lain-lain.

Atau, fee berdasarkan borongan. Misalnya “kamu kerja di tempatku ya, jobdesc-nya ada 10 poin pekerjaan. Apapun hasil kerjamu, bagus tidaknya hasil kerjamu, aku kasih kamu fee TETAP bulanan 10jt”. Fee tetap. Ini boleh. | Misalnya gaji.

Nah apapun bentuk imbal hasilnya entah bagi hasil, marjin keuntugan atau fee maka logiskan aja. Harus ada jual beli dulu baru boleh ada profit. Atau jika fee sudah diberikan ya lakukan Jasa atau Manfaat yang dibeli. | Skema menuju munculnya hasil ini yang berbeda beda alurnya. Logiskan saja.

Kalau ada skema fee kok kita orang yang awam bingung melogika misalnya dari sisi konsistensi fee yang diberikan kok tidak cocok dengan alasan, effort dan tujuan (termasuk jangka waktu), maka ini indikasi awal bahwa fee tersebut mengandung Riba dan atau sekaligus mungkin saja money game. | Terkait dengan cara menentukan besaran fee, ini lain lagi. Cara menghitungnya silahkan saja pake metode apa saja asalkan sekali lagi ada konsistensi pemberian fee, cocok dengan alasan, effort, tujuan, sesuai dengan jangka waktu dan asalkan hadir jika ada Jual Beli.

Ketentuan syara’nya sudah jelas: wa ahallaLlaahul bay’a waharramarribaa. | Demikian. waLlaahu a’lamu bishshowaab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s