Logika Fikih Transaksi Profit

LOGIKA FIKIH TRANSAKSI PROFIT
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

Sholih(in+at) yang disayang Allah..

Bagaimana Alquran dan Hadis mengatur transaksi Profit? | Transaksi Profit adalah transaksi bertujuan untuk memperoleh profit atau keuntungan dan/atau juga berupa hasil alias revenue atau pendapatan. Tentu apapun boleh dilakukan untuk berupaya memperoleh profit ini asal tidak melanggar larangan yang termaktub dalam kitab suci, Hadis Nabi SAW, maupun ketentuan hukum lainnya dalam Syariah Islam.

Bagaimana kaidah pengambilan atau pemunculan profit? | Profit itu muncul jika dan hanya jika melibatkan transaksi jual beli, baik jual beli barang, jual beli jasa, maupun jual beli manfaat. Ini rumus fikih yang sah dan logis atas kemunculan profit.

Makanya tidak heran jika ada ayat fenomenal yang tersirat mempertegas KEHALALAN jual beli di satu sisi dan memastikan KEHARAMAN Riba di sisi yang lain. Wa ahalla Allaahu al bay’a wa harrama ar ribaa. Dan Aku (Allah) menghalalkan jual beli dan mengharamkan Riba.

“Jika ada jual beli (yang sah), maka tidak akan ada Riba. Jika ada riba, maka tidak akan ada jual beli (yang sah).” | ILBS Quotes.

Dan silahkan dicermati di kitab-kitab klasik, biasanya transaksi berbasis profit dimasukkan dalam bab buyuu’ atau bay’ atau jual beli. | Yakni bahasan tentang jual beli barang baik naqdan (kontan), muajjal (tempo), murabahah (tegaskan marjin keuntungan), istishna’ (by termin), dan salam (pesanan barang dengan pembayaran di depan), jual beli jasa seperti wakalah (perwakilan), hawalah (anjak piutang), kafalah (jaminan), ijarah (jasa), jual beli manfaat seperti ijarah (sewa), syirkah atau kongsi, mudharabah atau skema bagi hasil, muzaro’ah (bidang pertanian), bahkan sampai luqathah (barang temuan), wakaf, hibah, wasiat, warisan, dan lain-lain. Biasanya yang dilepas dari bab jual beli adalah bahasan tentang Zakat. Transkasi profit ini tentu bisa berubah menjadi transaksi nonprofit jika diubah menjadi motif tidak mengambil keuntungan.

Bagaimana penerapan jual beli ini di Bank Syariah? | Jual beli di Bank Syariah tentu mengikuti kaidah jual beli barang, jasa dan atau manfaat. Namun dari sisi penentuan nominalnya, tentu ada 2 jenis jual beli (cara pengambilan keuntungan) di Bank Syariah sejak di AWAL AKAD yakni Transaksi Memastikan Keuntungan dan Transaksi Menidakpastikan Keuntungan.

Bagaimana yang dimaksud dengan Transaksi Memastikan Keuntungan? | Artinya Bank Syariah akan SECARA FAIR menempatkan posisi transaksi yang seharusnya DI AWAL transaksi sudah bisa memastikan NOMINAL rupiahnya, sebagaimana yang seharusnya dilakukan. Misalnya untuk transaksi Jual Beli barang atau jual beli jasa atau jual beli manfaat. Secara FAIR, maka Bank Syariah HARUS memastikan jumlah harga atau fee di depan. Harus berupa nominal ya, BUKAN merupakan PERSEN DARI POKOK.

Apa bedanya Transaksi Memastikan Keuntungan dengan pengambilan profit di Bank Murni Riba? | Bank Murni Riba tidak akan pernah secara fair berani menerapkan skema ini. TIDAK ADA Jual Beli di Bank Murni Riba karena menggunakan PINJAMAN berbunga. Berapapun dan untuk apapun pinjamannya ya Bank Murni Riba HANYA BERANI menerapkan Pinjaman berbasis Bunga. Perhatikan untuk produk KPR Murni Riba, maka Bank Murni Riba tidak akan pernah BERANI memastikan berapa jumlah nominal uang yang harus dikeluarkan oleh nasabah untuk memiliki rumah atas skema pinjaman yang dilakukan. Karena Bank Murni Riba tidak berani menggunakan akad Jual Beli. Ini kan tidak fair, tidak konsisten dengan skema transaksi yang seharusnya.

Bagaimana yang dimaksud dengan Transaksi Menidakpastikan Keuntungan? | Artinya Bank Syariah akan SECARA FAIR menempatkan posisi transaksi yang seharusnya DI AWAL transaksi TIDAK bisa dipastikan NOMINAL rupiahnya ya tidak akan pernah dipastiin nominal rupiahnya di awal transaksi, sebagaimana yang seharusnya. Misalnya untuk transaksi Bagi Hasil. Secara FAIR, maka Bank Syariah HARUS TIDAK memastikan jumlah hasilnya di depan. Harus berupa NISBAH alias kesepakatan porsi pembagian hasil ya, yang jelas BUKAN merupakan PERSEN DARI POKOK.

Apa beda Transaksi Menidakpastikan Keuntungan ini dengan Kredit di Bank Murni Riba? | Bank Murni Riba tidak akan pernah secara fair berani menerapkan skema ini. TIDAK ADA Bagi Hasil di Bank Murni Riba karena menggunakan PINJAMAN berbunga. Berapapun dan untuk apapun pinjamannya ya Bank Murni Riba HANYA BERANI menerapkan Pinjaman berbasis Bunga. Perhatikan untuk produk pinjaman modal kerja, maka Bank Murni Riba tidak akan pernah BERANI menidakpastikan berapa jumlah nominal uang yang harus dikeluarkan oleh nasabah untuk memiliki rumah atas skema pinjaman yang dilakukan. Nasabah Bank Murni Riba tidak mau tau apakah nanti untung, rugi, atau tidak untung tidak rugi, maka Bank Murni Riba MEMATOK BUNGA sekian persen dari POKOK pinjaman. Artinya Bank Murni Riba memaksa bahwa bisnisnya si Nasabah ini PASTI menghasilkan, sehingga nasabah dari awal sudah dipaksa mengembalikan pinjaman tersebut dengan bunga X persen dari pokok. Ini kan tidak fair. Tidak konsisten dengan skema transaksi yang seharusnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s