Logika Pelarangan Riba

LOGIKA PELARANGAN RIBA
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

PERTANYAAN: “Assalamualaikum,.. maaf pak, saya salah satu anggota dalam grup ILBS, jujur pak saya masih sangat Awam terkait ekonomi syariah, dan di grup bnyak membahas tentang itu,.. tentang riba khususnya, saya tertarik dengan topik ini, tapi belom mengerti sepenuhnya..boleh minta penjelasan gak pak, mulai dari perkenalan riba itu apa dan seterusnya…??,nanya di grup kyknya gak cocok bnget, karena sudah sangat ketinggalan…terima kasih pak..”

JAWAB: Shalih(in/at) rahimakumuLlah..

Riba adalah salah satu kata yang populer disebut sebut dalam Alquran. Dan Riba adalah termasuk yang tegas diharamkan.

واحل الله البيع وحرم الربا | dan Aku (Allah) menghalalkan Jual Beli dan mengharamkan Riba. Ada juga ayat:  لا تأكلوا الربا أضعافا مضاعفة : Janganlah kamu semua makan riba berlipat ganda.

Riba adalah salah satu transaksi yang secara qath’iy dinyatakan tegas keharamannya. Pengharamannya langsung pake kata diharamkan. Gak lagi pake kata “laa halaala” (gak halal) atau “nahaa” atau “tanhaa” (mencegah/melarang) atau “laa tarqabuu” (jangan dekati). | Terkait dosa makan Riba ya makin serem. Rasulullah SAW bilang bahwa makan riba adalah salah satu dosa yang membinasakan. Rasulullah juga pernah bilang bahwa ada 73 pintu dosa riba, yang paling ringan adalah seperti zina dengan ibu kandung.

KENAPA RIBA DILARANG?

Perhatikan ketika kita mencermati fikih muamalah (non ibadah), transaksi itu dilarang adalah karena gak logis. Transaksi gak dilarang adalah karena logis. Dan ternyata Riba itu gak hanya gak logis, namun sudah terbukti gak fair menyengsarakan masyarakat dan menjadi penyebab utama krisis ekonomi dan keuangan.

Penelitian ilmiah yang juga dilakukan oleh peneliti peneliti Bank Indonesia juga membuktikan hal ini. Riba itu membinasakan. Karena dampaknya sangat merusak. Riba (apalagi yang udah terinstall seperti saat ini), menyebabkan kegagalan mental dan logika nalar.

APA AJA JENIS RIBA?

Riba adalah kelebihan. Baik atas transaksi pinjaman (nonbisnis) maupun keuntungan pada transaksi bisnis yang diambil dengan cara gak logis. Selain Riba dalam hutang piutang, ada 3 jenis Riba: Riba Alat Tukar, Riba Bisnis, Riba Pinjaman.

RIBA ALAT TUKAR

Riba alat tukar ini disebut riba fadhl. Perhatikan istilahnya alat tukar. Alat tukar itu ya alat yang dipake untuk tukar menukar. | Riba fadhl atau Riba alat tukar ini klo dalam Hadis Rasulullah untuk mendefinisikan Riba yang terjadi pada barang ribawi seperti emas, perak, gandum, garam, kurma, beras. Termasuk disini dalam definisi duit. Syarat pertukaran barang ribawi adalah yadan bi yadin (by hand alias tunai/spot), sawaa`an bi sawaa`in (setara), matsalan bi mitslin (sejenis).

Pada prakteknya bisa dilihat pada transaksi tukar menukar uang (BUKAN JUAL BELI UANG). Klo kita tahu dalam valas ada spot, forward, option dan swap, maka yang halal (logis) hanyalah SPOT dan atau sekarang diperbolehkan ada FORWARD AGREEMENT atau Forward lil haajah. Cek di Fatwa DSN MUI. | Riba jenis ini akan mudah ditemui pada transaksi tukar menukar uang. Namanya nuker ya harus senilai. Apalagi mata uangnya sama. Hayoo yang lagi nuker duit baru. Hati-hati. Gak logis ada bayar jasa. Kecuali nyuruh OB nuker ke Bank atau ke BI. Bayar aja bensin si OB.

TEMA tentang Riba jenis ini juga jadi perbincangan hangat ketika ada transaksi jual beli emas tidak tunai. Ketika emas dianggap BUKAN KOMODITAS maka ia adalah alat tukar yang gak boleh dicicil kepemilikannya. Tapi karena Emas BELUM merupakan alat tukar, maka boleh dicicil kepemilikannya.

RIBA BISNIS

Simpel nih. Namanya bisnis alias dagang itu ya harus ada effort. Dan risikonya 3 (untung, rugi, gak untung gak rugi). | Masuk akal gak logika itu? Jelas masuk akal. Logis.

Dan perhatikan kaidah ini: ambil untung yang logis itu jika dan hanya jika melibatkan transaksi JUAL BELI. Makanya ayat Alquran yang fenomenal tadi sebut kehalalan Jual Beli dan keharaman Riba. Di mana ada jual beli, di situ gak ada riba. Di mana ada riba, di situ gak ada jual beli. | Klo Bank Murni Riba gak begitu. Nasabah Tabungan, Giro, Deposito MINJEMIN KE BANK MURNI RIBA trus buat dagang (Jual Beli Uang), trus Nasabah tadi dapet/minta PASTI UNTUNG berupa BUNGA X%. Begitu juga ketika Bank Murni Riba PINJAMKAN UANG ke Nasabah kemudian Nasabah menjalankan Bisnis, Bank Murni Riba MINTA NASABAH WAJIB UNTUNG. Buktinya Bank Murni Riba MINTA BUNGA X%.

Logiskah cara pikir Bank Murni Riba itu? | Hmmm… memang benar kata Alquran bahwa pemakan Riba itu kayak orang mabuk yang berdiri aja udah gak mampu. Karena logikanya udah gak nalar lagi.

Etapi kan sama sama sepakat? | Yaaah.. pezina juga sama sama sepakat. Penjudi juga sama sama sepakat. Dalam akad, sepakat itu hanya salah satu rukun akad. Ijab Kabul. Dalam akad kan jika satuuu aja rukun gak ada ya akad ini gak sah. Menjadi GAK PENTING jika rukunnya aja ada yang gak terpenuhi.

Sama sama sepakat itu menjadi gak penting jika transaksi Jual Belinya gak ada. Gak ada penjual, gak ada pembeli, gak ada HARGA, gak ada barang yang diperjualbelikan antara Bank Murni Riba dengan Nasabah (jika akadnya Jual Beli). Pada skema akad bisnis ini, gak ada kesepakatan partnership bisnis dengan SIAP RISIKO, karena Bank Murni Riba gak siap risiko dalam hal ini. Di Bank Syariah, skema ini ditata dalam akad berbasis Bagi Hasil. Oiya, Riba Bisnis ini disebut dengan Riba Nasiah.

RIBA PINJAMAN

Riba Pinjaman disebut dengan Riba Jaahiliyyah alias Riba Abbas. | Pinjaman adalah pinjaman. Risiko minjemin itu 2 (rugi, gak untung gak rugi). Rugi kalau pinjeman itu gak dibalikin. Gak untung gak rugi kalau pinjeman itu udah dibalikin.

Bank Murni Riba gak demikian. Ngasih kredit berupa PINJAMAN ke Nasabah tapi minta kelebihan pengembalian berupa Bunga X%. Padahal skema pinjaman itu kan pinjem 100 ya bayar 100. Bank Murni Riba juga gak mau peduli uang pinjeman tadi buat apa. Pokoknya nih pokoknya minta KELEBIHAN pengembalian pinjaman sebesar X%.

كل قرض جر منفعة فهو الربا  : Setiap pinjaman yang mengalirkan (menghadirkan) manfaat (keuntungan), maka transaksi ini masuk kategori Riba.

Bagaimana dengan di Bank Syariah? | Akad udah ditata bahwa jika mau ambil untung ya HARUS pake SKEMA Jual Beli. Klo minjemin ya haram minta keuntungan.

Ah sama saja kali hanya beda istilah!? | Istilah beda, maka definisi beda, skema beda, mekanisme operasional beda, risiko beda, penyelesaian beda.

Silahkan aja jika dianggap sama, Bank Murni Riba gak akan pernah berani ganti istilah. Kecuali kalau ia udah pengen logis. Untuk bikin mereka pengen logis ini yang gak mudah. Karena udah terinstall dengan cara pikir SISTEM Yahudi. Jadi inget Emha Ainun Najib bilang bahwa Bank Syariah ini ibarat ruko Islam di Pasar Yahudi.

Jika ibarat ruko Islam di pasar Yahudi, apa solusinya? | Yaa BIKIN LOGIS-lah skema pasar Yahudinya. Karena pasar sebelah juga cuma ada pasar Yahudi. Sebelahnya lagi pasar Yahudi lagi. Pasar dunia juga dominan dikuasai pasar yahudi Sistem keuangan Yahudi. Mengglobal. Jadiii.. tantangan hilangkan sistem murni riba ini sebesar tantangan ubah sistem keuangan Yahudi agar bisa pake sistem keuangan yang LOGIS.

Gimana cara paling mudah? | Ayo ke Bank Syariah meskipun belum murni Syariah, namun Bank Syariah itu bukan Bank Murni Gak Logis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s