Makna Keberkahan

MAKNA KEBERKAHAN
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

barakah sering dimaknai bertambah, tumbuh, kebahagiaan, ziyaadah al khayr (bertambahnya kebaikan).

Barakah pun sering kita maknai umur yang penuh kebaikan. Barakah kita maknai dengan harta yang penuh kebaikan. Barakah sering pula kita cocokkan dengan kemudahan mengatasi masalah. Barakah sering kita indikasikan dengan tiada hadirnya penyakit. Barakah sering kita cirikan dengan kemanfaatan ilmu dan amal. Dan lain lain dan lain lain yang baik baik MENURUT TOLOK UKUR KITA.

Tapi perhatikan penuh cermat para Nabi dan Rasul. Ada yang miskin. Ada yang didurhakai anaknya. Ada yang kaya raya. Ada yang minim ummat. Ada yang punya masalah keluarga. Ada yang berpenyakit parah. Ada yang disakiti nan dibenci. Ada yang dihina dicaci. Bahkan manusia sekaliber Rasulullah SAW pun “boleh” terkata tidak berhasil mencerahkan paman beliau untuk beriman kepada Allah. | Apakah para Nabi dan Rasul dengan berbagai kondisi yang “tidak meng-enak-kan” tersebut berarti hidupnya berkategori tidak berkah?

Mari kita upayakan agar hidup kita selalu dilimpah barakah muthlaq dengan tetap beriman kepada Allah dalam kondisi APAPUN. Ya. Dalam kondisi apapun. Itba’ para Nabi dan para Rasul bahwa dalam kondisi APAPUN, DIMANAPUN, dan KAPANPUN, selalu beriman kepada Allah. Tanpa protes. Tanpa nawar. Tanpa syarat. Ikhlas. Syukur. Sabar. | Serasa inilah esensi KEBERKAHAN.

Demikian. | waLlaahu a’lamu bishshowaab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s