Mana Dalilnya?

MANA DALILNYA?
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

al ashlu fil ‘ibaadaati at tahriim: hukum asal dari ibadah adalah haram (sampai ada DALIL PERINTAH-nya). | al ashlu fil mu’aamalati al ibaahah illaa an yadulla daliilun ‘alaa tahriimihaa: hukum asal dari fikih muamalah adalah mubah atau boleh, sampai ada DALIL ke-HARAM-nya.

Dalam urusan Ibadah

Jika mengada-adakan ibadah yang baru maka WAJIB ada dalil perintahnya dan/atau dalil yang dijadikan ijtihad Ulama.

Dalam hal MUAMALAH

Jika mengada-adakan hal BARU dalam MUAMALAH (selain Ibadah), maka GAK PENTING ada DALIL perintahnya. Kalaupun memang SUDAH ada dalil terkait perintahnya ya oke saja. Lebih bagus. Gak wajib. Hanya lebih bagus.

Namun jika menyatakan bahwa pada suatu Transaksi bisnis, ekonomi, keuangan dan/atau transaksi Muamalah yang lainnya ADA skema dan/atau TRANSAKSI TERLARANG, maka SANGAT URGENT ada DALIL LARANGAN-nya. Sebutin dalilnya.

Demikian. | waLlaahu a’lamu bishshowaab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s