Nahwu Shorof dan Ekonomi Islam

NAHWU SHOROF DAN EKONOMI ISLAM
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

Kitab Ta’lim Muta’allim menyebut bahwa Ilmu yang wajib dipelajari adalah Ilmu al Haal. Yakni Ilmu yang tiadanya maka hal wajib gak bisa dipahami dan dilaksanakan dengan tepat. Ta’lim al Muta’allim sebut Ilmu yang wajib dipelajari adalah ilmu tentang hal fardhu termasuk ilmu yang mensyaratkan hal fardhu bisa sah dilaksanakan seperti ilmu Thaharah, ilmu Buyuu’, ilmu Tijaarah dan kesemua ilmu itu akan melibatkan Ilmu HATI. Ilmu akhlak Hati, akhlak Sikap dan akhlak Perilaku, yang semuanya mengarah pada Taqwa, Tawakkal, Ikhlas, Harap, dan sejenisnya. Ada juga yang menambahkan wajibnya paham Ilmu Faraidh.

Seorang guru saya pernah bilang bahwa ilmu ilmu itu semua sumbernya adalah Alquran dan Hadits yang bahasa-nya adalah Bahasa ARAB. Sehingga ilmu tentang Bahasa Arab, ilmu NAHWU dan SHOROF menjadi wajib dipahami, karena untuk menerjemahkan dengan benar saja perlu pemahaman terhadap nahwu dan shorof. Belum lagi menafsirkannya untuk disampaikan dan/atau di-share kepada manusia lain.

Begitu juga dengan ilmu Ekonomi Islam yang sumbernya adalah DALIL NAQLI alias TEKS Alquran dan Hadits yang MENERJEMAHKAN-nya saja perlu Ilmu Nahwu dan Shorof.

Namun, sah sah saja ketika kita tidak mempelajari ilmu Nahwu Shorof namun kita merasa sudah bisa paham dengan menyimak dan mencermati perkataan manusia lain. Taqlid. Ikut apa kata orang.

Demikian. | waLlaahu a’lamu bishshowaab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s