Pinjaman + Biaya Admin

PINJAMAN + BIAYA ADMIN
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

[07:43, 2/22/2016] AAAA: RT >>>> Mau tanya PT. Telkom ad program peminjaman modal kpd usaha kecil dengan akad diawal biaya administrasi per bulan 0.5% dari besar pinjaman selama 2th.

Maksud ana dari tinjauan syariah boleh kah pinjaman itu utk usaha?

[07:45, 2/22/2016] AGC: 0.5% ini administrasi apa? Apa effort Telkom shg hrs mengenakan sejumlah itu? Di akad tertulis tdk hak dan kewajiban kedua belah pihak? Klo jelas dan logis silakan âک؛ (niru ustadz Ifham)

[07:48, 2/22/2016] AAAA: Effort maksudnya apa pak

[07:49, 2/22/2016] AGC: Ya pemberi dana ngapain aja? Klo fee administrasi berarti ada pekerjaan di sisi pemberi dana. Klo merujuk sistem syariah hrs jelas apkh ini pinjaman, talangan ato investasi

[07:52, 2/22/2016] GIO: Pihak Telkom melakukan survey kelayakan dan penilaian terhadap agunan. Atas dasar itu ada biaya administrasi.

[07:54, 2/22/2016] AAAA: Pak Gio sepertinya tau program telkom ini, mungkin pak william bisa memberikan info terkait program itu lebih detail. Agar penjelasan tinjauan syariahx lebih muda dipahami nantinya

[08:03, 2/22/2016] GIO: Kebetulan Kamis lalu pihak Telkom mensosialisasikan program tersebut kepada komunitas UKM. Ada penanya soal biaya adminitrasi juga saat acara. Pihak Telkom menjelaskan biaya tersebut timbul atas dasar UU penggunaan dana PKBL.

[12:57, 2/22/2016] AAAA: Jadi bagaimana itu pak tinjauan syariah termasuk riba atau bukan?

[14:05, 2/22/2016] GIO: Jika “diyurisprudensi” konsepnya serupa dengan konsep BPR Bandung.

Satu hal yang mengganjal bagi saya di program Telkom adalah bank pencairan dana dan pembayaran cicilan hanya bisa lewat Bank Mandiri (Bank Konvensional).

Soal biaya 6% per tahun rasanya wajar: ada biaya survey, biaya penilaian agunan, dan biaya pembinaan UKM.

[14:07, 2/22/2016] LNI: Pak william mohon maaf mau bertanya “yurisprudensi” itu apa yah?

[14:08, 2/22/2016] GIO: Keputusan dari contoh kejadian serupa. Dahulu pernah ada pembahasan dana pinjaman UKM di Kota Bandung disalurkan lewat BPR. Namun tidak bunga, hanya diperlukan agunan dan dipotong biaya administrasi. Saat ini mekanismenya sesuai syariah, namun masih disalurkan lewat BPR Konvensional.

[22:11, 2/22/2016] Ahmad Ifham: Teman-teman.. Akadnya PINJAMAN kan? Gak ada bisnis? Jadi apa perlunya melakukan survey, penilaian agunan dan sejenisnya yang mengeluarkan biaya?

Pinjaman itu kan sejatinya beramal baik dengan penuh kasih sayang. Pinjaman ini mau digunakan untuk berbisnis atau dipake konsumtif ya terserah si peminjam.

Kalaulah kita risau dengan peruntukan uang yang kita pinjamkan ya sekalian ubah saja menjadi akad bisnis. Atau bisa kombinasi dengan akad bisnis asalkan memang pengambilan hasil/untung-nya ya dari transaksi bisnisnya.

Kita bisa tiru tiru Bank Syariah yang katakanlah ini bisa dijadikan sebagai YURISPRUDENSI. Bank Syariah misal memberikan PINJAMAN 10.000.000. Skemanya GADAI syariah misalnya. Ada agunan berupa emas. Ada penilaian Agunan. Bank Syariah gak mengenakan biaya penilaian agunan. Yang dikenakan adalah biaya SEWA TEMPAT emas. Ada jual beli MANFAAT. Logis. Sekali lagi Bank Syariah gak mengenakan biaya survey atau penilaian agunan untuk pinjaman 10.000.000 tadi. Pinjam 10.000.000 ya bayarnya 10.000.000.

Ini fikih sih. Bisa diperdebatkan. Tapi menurut saya skema ini bisa tiru tiru Bank Syariah MESKIPUN ini skema PKBL atau CSR dan sejenisnya.

Kalau mau beramal baik ya beramal baik saja. Kalau mau bisnis ya bisnis saja. Skemanya logiskan saja. Siap risiko.

Misalnya bisa tiru Bank Syariah, pake skema JUAL BELI aja klo konsumtif ATAU pake Skema BUKA USAHA aja jika untuk skema produktif. Ambil untungnya logis. | Apalagi case nya ini kan UKM. Kita yakin lah temen temen UKM bisa berpikir logis bahwa kalau pake skema dagang ini bisa makin produktif. Makin semangatt.

Kalau skemanya bisnis kan logikanya nyambung nanti terkait perlunya survey agunan karena ini bisnis lho bukan pinjaman, logis juga ada penilaian agunan dll. Kan bisnis. Boleh dong mastiin ini yang dikasih modal ini layak gak.

Klo skema nya niat kasih pinjaman ya kasih pinjaman saja. Jangan dikenakan biaya biaya yang sejatinya gak sejalan dengan logika pinjaman. Pinjaman bukan bisnis.

Coba deh tiru tiru Bank Syariah.

Namun bagi para pengusaha UKM, jika adanya sumber dana CUMA ITU dan Anda sulit makan jika gak ambil peluang itu ya silahkan minta Fatwa dari hati Anda.

Ini saya hanya mendefinisikan transaksinya saja ya. Mengurai definisi PINJAMAN. Saya hanya melogika logika saja.

Demikian. WaLlaahu a’lamu bishshowaab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s