Risiko investasi

RISIKO INVESTASI
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

Salah satu jenis transaksi bermotif PROFIT yang diterapkan di Bank Syariah adalah Investasi. Cirinya adalah Bank Syariah dan atau yang berposisi sebagai pemodal, memberikan 100% modal kepada pebisnis.

Ada dua skema investasi dalam mekanisme operasional Bank Syariah, yakni (1) investasi dari nasabah ke Bank Syariah dalam bentuk tabungan, giro, dan deposito, (2) investasi dari Bank Syariah kepada nasabah dalam bentuk pemberian modal kerja kepada Nasabah.

Perhatikan risiko investasi: (1) untung, (2) rugi, (3) gak untung gak rugi. Dari awal masing masing pihak tidak akan pernah tahu berapa nanti hasil yang diperoleh. Haram hukumnya minta untung pasti sekian persen dari pokok, sebagaimana yang dipraktekkan oleh Bank Murni Riba. Inilah transaksi yang DILARANG. | Yang boleh adalah memastikan persen dari hasil. Ini disebut NISBAH Bagi Hasil. Misal nisbah 60:40. Artinya satu pihak akan dapet bagian 60% dari hasil.. dan satu lagi sisanya 40% dari hasil. Entah nanti nominal hasilnya berapa rupiah ya dilihat nanti di akhir periode sesuai perjanjian, misalnya di akhir bulan.

Skema inilah yang diperbolehkan.. Makanya nih Bank Syariah tiru tiru praktekkan ini. Jadi, saya tegaskan lagi, haram hukumnya MEMASTIKAN return alias imbal hasil atas investasi sebesar sekian persen dari POKOK. Halal hukumnya pastikan persen pembagian hasil sekian persen dari HASIL. | Oiya jika terjadi kerugian, maka 100% risiko ditanggung pemberi modal.. dengan klausul bahwa kerugian tidak disebabkan oleh kelalaian pebisnis (penerima modal)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s