Tadlis Apa Gharar?

TADLIS APA GHARAR?
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

PERTANYAAN: [12:07, 8/11/2015] PKH: Mas ifham, saat ini ada yang lagi gencar memasarkan sebuah metode belajar al qur’an yang cepat buat buta aksara al-qur’an. Harga paket yang ditawarkan cukup tinggi dan dikatakan bahwa sebagian dananya disedekahkan untuk pemberantasan buta aksara al-qur’an bagi yang tidak mampu. Mereka tidak menjelaskan berapa persen sebenarnya yang dialokasikan untuk sedekah dari harga jual barang. | Pertanyaan saya, apakah jual beli seperti ini tergolong gharar?

JAWAB: Shalih(in/at) rahimakumuLlaah..

Rasulullah MENCEGAH dan atau bilang JANGAN melakukan jual beli gharar dan juga tadlis.

Tadlis itu penipuan. Definisi penipuan adalah ketika terjadi assymetric information. Gak ada informasi SETARA dan atau PUNYA INFORMASI YANG SAMA dan fair antara penjual dan pembeli. | Rela sama rela saja tidak cukup. Karena rela sama rela itu hanya sebagian dari unsur syarat sah akad yang dimanifestasikan dalam RUKUN bagian Ijab Kabul.

Contoh tadlis kan misalnya mengurangi takaran timbangan, menyembunyikan cacatnya barang, memanfaatkan KETIDAKTAHUAN PEMBELI ATAS HARGA PASAR, dan lain lain pokoknya tipu tipu. | Ada A tapi bilangnya gak ada A atau malah bilangnya B.

Beda dengan gharar. | Klo gharar ini gak ada kejelasan tetapi akad dilakukan. Misalnya nih barangnya ilang dan belom ketemu kok maunya akad aja. Misalnya nikah tanpa mempelai. Misalnya bisnis minta hasil pasti. Misalnya jual beli kucing dalam karung. Misalnya jual beli anak sapi yang masih dalam perut induknya.

Jadii tadlis itu tipu tipu. Gharar itu mengada-adakan yang gak ada.

Rasulullah mencegah jual beli tadlis karena ya merugikan pihak yang berakad terutama pembeli dan sebenernya biar penjual gak kecewa. Kita yang mau beli (BARANG MAUPUN JASA) ini kan gak tau kan si penjual ini menipu atau tidak. Sampai disini seakan penjual MENANG karena berhasil nipu si pembeli. Tapi perhatikan jika suatu ketika pembeli tahu dan kecewa maka pembeli gak mau beli disitu lagi dan bahkan akan cerita ke yang lain tentang keburukan akhlak penjual tadi dan ini merugikan penjualnya. Begitu juga dalam transaksi gharar.

Nah terkait pertanyaan tadi maka yang tahu ini tadlis atau bukan adalah si PENJUAL JASA tersebut. Embel embel SEBAGIAN DISEDEKAHKAN ini hanya gimmick jualan aja. Boleh aja.

Nah terkait GHARAR maka calon pembeli bisa terlebih dulu mencermati kok. Rumus agar terhindar dari gharar: pastikan yang seharusnya pasti dan tidakpastikan yang seharusnya tidak pasti.

Untuk case tersebut bikin aja kriteria hak dan kewajiban masing masing pihak agar terhindar dari GHARAR dan sekaligus TADLIS. Amankan risiko kita. Temui orangnya. Bikin perjanjian hitam di ataa putih JIKA DIPERLUKAN.

Kalaupun dibilang sebagian mau disedekahkan sebenarnya boleh saja pembeli jasa tidak tahu.

Nah rinci aja hak dan kewajiban secara clear agar kita calon pembeli ngerti hak dan kewajiban kita. Jika udah merinci dan paham hak dan kewajiban, termasuk CEK HARGA PASAR. Jika kita sudah menata risiko kita maka berlaku take it leave it. Murah mahal gak lagi jadi isu.

Demikian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s