Tiadanya, Tiada Sempurna Sebuah Wajib

TIADANYA, TIADA SEMPURNA SEBUAH WAJIB
Oleh: Ahmad Ifham Sholihin

maa laa yatimmu al waajib illaa bihi fahuwa waajib | apa apa (saja) yang tidak (akan) sempurna/tuntas sebuah kewajiban KECUALI dengannya, maka ia (terkena hukum) wajib.

Sholat (fardhu) itu wajib. Tidak sah sholat tanpa wudhu. Maka wudhu menjadi wajib. Bersuci menjadi wajib. Memahami ilmu bersuci (thaharah) menjadi wajib.

Hidup itu wajib beribadah kepada Allah untuk Allah dan ridha Allah. Untuk bisa beribadah dengan baik, maka tentu harus hidup. Untuk bisa hidup, kita harus makan dan menjaga maqashid Syariah. Beli makan dan kebutuhan penting lainnya menggunakan uang. Uang adalah alat tukar resmi. Uang dicetak negara. Uang ditatakelola moneter oleh Bank Indonesia (BI). Kepanjangan tangan BI dalam rangka peredaran, pendanaan dan penyalurannya adalah Bank. Ada Bank Murni Riba dan Bank Syariah. Keberadaan Bank sesuai Syariah menjadi wajib. Sehingga Bank Syariah butuh pegawai. Sehingga selanjutnya, bekerja di Bank Syariah menjadi WAJIB ranah Fardhu Kifaayah (gak wajib bagi semua orang).

Bahkan kerja di Bank Murni Riba bisa menjadi wajib jika punya kuasa dan kewenangan kuat mengubah sistem agar Bank bisa menjadi LOGIS (baca: sesuai Syariah). Atau boleh saja jika terpaksa bekerja di Bank Murni Riba, asal gak terus keenakan aja menikmati skema MURNI RIBA rame rame yang dosanya minimal setara pesta zinai ibu kandung. | Demikian. waLlaahu a’lamu bishshowaab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s